Artikel

Kegiatan Rutin Malam Jum’at Santri Rumah Tahfidz Saunah Kaltim: Yasinan dan Istighosah sebagai Penguat Spiritual dan Ukhuwah

Kamis, 9 Oktober 2025 28 views
Kegiatan Rutin Malam Jum’at Santri Rumah Tahfidz Saunah Kaltim: Yasinan dan Istighosah sebagai Penguat Spiritual dan Ukhuwah

Tenggarong – Setiap pekan, tepatnya pada malam Jum’at, suasana di Rumah Tahfidz Saunah yang berlokasi di Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, berubah menjadi lebih khusyuk dan penuh khidmat. Di bawah kepemimpinan Ustadz Agus Prasetyo, S.Pd.I, santri-santri yang sehari-hari disibukkan dengan hafalan Al-Qur’an dan pembelajaran agama berkumpul dalam satu majelis untuk melaksanakan kegiatan rutin yang telah menjadi tradisi utama pondok: Yasinan dan Istighosah.

Sejak dipimpin oleh Ustadz Agus Prasetyo—seorang pendidik yang tidak hanya berlatar belakang pesantren namun juga memiliki kompetensi formal dalam pendidikan Islam (S.Pd.I)—Rumah Tahfidz Saunah Loa Ipuh semakin fokus pada integrasi antara pembinaan spiritual, akademik, dan karakter. Kegiatan malam Jum’at pun menjadi salah satu pilar utama dalam membentuk santri yang tidak hanya hafal Al-Qur’an, tetapi juga memiliki jiwa yang tawadhu’, peka terhadap lingkungan, dan kuat dalam beribadah.

Yasinan: Meneladani Kehidupan Nabi dan Menggapai Rahmat Allah

Yasinan dimulai dengan pembacaan Surah Yasin secara berjamaah, dipimpin langsung oleh Ustadz Agus Prasetyo atau ustadz-ustadz lain yang ditunjuk. Surah yang dijuluki sebagai “jantung Al-Qur’an” ini dibaca dengan tartil dan penuh penghayatan di aula utama pondok yang terletak di tengah permukiman warga Kelurahan Loa Ipuh—suasana yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk kota menjadikan momen ini semakin syahdu.

Setelah pembacaan, Ustadz Agus kerap menyampaikan tausiyah singkat yang relevan dengan kondisi santri dan masyarakat sekitar. Ia menekankan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Surah Yasin dalam kehidupan nyata: sabar dalam menuntut ilmu, jujur dalam pergaulan, serta istiqamah dalam ibadah.

“Malam Jum’at adalah waktu yang mulia. Di sinilah kita memperbarui niat, membersihkan hati, dan memohon kepada Allah agar hafalan kita tidak hanya sampai di lisan, tapi juga menyatu dalam perilaku,” tutur Ustadz Agus Prasetyo dengan penuh kelembutan.

Istighosah: Doa Bersama untuk Keselamatan, Keberkahan, dan Kemaslahatan Umat

Usai Yasinan, seluruh santri dan pembimbing duduk kembali dalam formasi melingkar untuk melaksanakan Istighosah—doa bersama yang dipanjatkan dengan penuh khusyuk dan harap. Dengan dipandu oleh Ustadz Agus, doa-doa yang dipanjatkan mencakup:

  • Kemudahan dan keberkahan dalam menghafal Al-Qur’an
  • Perlindungan dari fitnah zaman dan pengaruh negatif media sosial
  • Keselamatan bangsa, khususnya masyarakat Kutai Kartanegara
  • Kesehatan dan keberkahan bagi orang tua, guru, donatur, serta seluruh warga Kelurahan Loa Ipuh

Ustadz Agus selalu mengingatkan santri bahwa doa adalah senjata orang beriman, dan Istighosah adalah wujud nyata dari ketergantungan total kepada Allah SWT. “Jangan pernah remehkan doa. Di balik setiap hafalan yang lancar, pasti ada doa yang mengalir dari hati yang ikhlas,” katanya.

Membangun Generasi Qur’ani dengan Pendekatan Terpadu

Sejak memimpin Rumah Tahfidz Saunah, Ustadz Agus Prasetyo, S.Pd.I, menerapkan pendekatan terpadu yang menggabungkan metode tahfidz modern, pembinaan akhlak berbasis Al-Qur’an, dan pendidikan karakter berbasis komunitas. Kegiatan Yasinan dan Istighosah malam Jum’at bukan hanya ritual, tetapi menjadi sarana evaluasi spiritual mingguan—tempat santri diajak untuk muhasabah diri, memperbaiki niat, dan mempererat ukhuwah islamiyah.

“Kami ingin santri Saunah Loa Ipuh tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya menghafal Al-Qur’an, tapi juga menjadi pelita bagi lingkungannya—di Asrama, di rumah, dan di masyarakat,” ujar Ustadz Agus.

Penutup

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, keberadaan Rumah Tahfidz Saunah di Kelurahan Loa Ipuh menjadi oase spiritual bagi para santri dan masyarakat sekitar. Di bawah bimbingan Ustadz Agus Prasetyo, S.Pd.I, tradisi Yasinan dan Istighosah malam Jum’at terus dilestarikan bukan hanya sebagai amalan sunnah, tetapi sebagai fondasi pembentukan pribadi muslim yang Qur’ani, berakhlak mulia, dan peduli terhadap sesama.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan atas setiap langkah perjuangan para santri, pembimbing, dan seluruh pihak yang mendukung Rumah Tahfidz Saunah Loa Ipuh. Dan semoga kelurahan ini senantiasa menjadi tempat lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an yang membawa rahmat bagi alam semesta.

Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin.